BAYU
1. Bayu
Namun sifat dan sikap Bayu yang terkesan masa bodo ini, kadang sering membuat siswa lainnya merasa aneh.
Sikap Bayu yang tidak pernah menunjukkan bahwa dia adalah Putra dari Tuan Bram Rahmat Sigit dan Ibu Maya Sigit, dua pengusaha yang sangat disegani di kota ini, membuat siswa lain menganggap Bayu ini hanyalah anak dari orang biasa yang mendapat beasiswa dari pemerintah kota karena memiliki prestasi dalam pelajaran.
Sehingga dia bisa bersekolah di sekolah elit dan sangat mahal ini.
Bagaimana tidak.
Bayu tidak pernah mau diantarkan oleh supir pribadinya sampai ke sekolah.
Dia selalu turun di jalan dan melanjutkan naik kendaraan umum sampai di depan sekolahnya.
Hal inilah yang membuat siswa lain di sekolah itu selalu menganggapnya remeh.
Apalagi para siswi yang sok cantik dan sok bergengsi di sekolah ini.
Mereka sering memandangnya sebelah mata, walau dalam hati mereka mengakui kegantengan Bayu.
Namun gengsi membuat mereka hanya memandang Bayu tapi malas untuk mengenal dan bergaul dengannya.
Selain itu, ada siswa bernama Raymond, Axel, Aloy dan kelompoknya yang selalu memandang sinis kepada Bayu.
Tapi semua itu tak pernah digubris oleh Bayu.
Hingga di suatu waktu, saat jam istirahat.
Bayu yang sedang berjalan menuju kantin sekolah tiba-tiba berpapasan dengan Raymond dan geng nya.
"Awas, anak hoki lewat...!!"
Teriak Raymond, menyindir Bayu.
"Hoki ?? Maksud loe !?"
Tanya Axel.
"Iyaa.. hoki dapat beasiswa sampai bisa sekolah di sini !!
Hahahaha..."
Ejek Raymond.
Bayu yang mendengar itu hanya melirik, kemudian memandang wajah Raymond dari kepala sampai sepatunya.
"ckckckck.."
Decak Bayu sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Apa liat-liat !!??"
Bentak Raymond setelah Bayu memandangi dirinya dengan tatapan aneh dan decak yang seolah merendahkannya.
Kemudian Bayu pun menutup mulutnya dengan jari-jari tangannya yang tidak rapat, kemudian ngomong.
"Manusia tulang lunak..."
Sambil menatap geli.
"Apa loe ??!!!!"
Bentak Reymond emosi sambil mengampiri Bayu.
Tangan kiri Raymond terangkat hendak menyentuh dan menarik baju Bayu, dengan tangan kanan yang terkepal hendak menonjok ke arah perut Bayu.
Dan saat tangan Raymond berhasil menarik baju Bayu, tangan kanan nya pun langsung menonjok dengan keras ke perut Bayu.
"BEUGH...!!"
Terdengar suara dari tinju Raymond di perut Bayu.
Tapi, Bayu yang ditinju perutnya tersebut tidak menampakan ekspresi wajah kesakitan.
Bayu malah berbisik.
"Dasar laki-laki tulang lunak.."
Bisik Bayu, dan kemudian secepat kilat tangan kanan Bayu berhasil memegang pergelangan tangan kiri Raymon yang sedang menarik bajunya.
Sambil memegang tangan kiri Raymond dengan tangan kanannya, tangan kiri Bayu bergerak lincah dan telapak tangannya kini sudah menempel ke dada Raymond.
Dan tangan kiri Bayu langsung mendorong lembut tapi kuat sehingga tubuh Raymond terdorong dengan posisi tangan kirinya masih dicengkram erat oleh tangan kanan Bayu.
Dan,
"GDEBUK !!"
Raymond pun terjatuh dengan sangat cepat.
Para siswa lain yang menyaksikan kejadian itu sampai terbengong tak menyangka.
Raymond yang dikenal freeman dan bertubuh atletis ini dengan mudah dijatuhkan oleh Bayu.
"Percuma punya otak dan tubuh kekar tapi bertulang lunak seperti ini".
Ucap Bayu sambil memandang Raymond dengan ekspresi kaget dan kesakitannya, yang saat ini sedang meringis menahan rasa sakit dan rasa malu.
Axell dan Aloy yang sedari tadi hanya berdiri pun merasa kaget melihat sahabat mereka ini bisa dengan mudah dan cepat dibuat terjatuh oleh Bayu.
Sedetik kemudian,
"Keparat !!"
Teriak Axell dan Aloy sambil melangkah untuk mengeroyok Bayu.
Tapi tiba-tiba,
"Apa yang kalian lakukan ...!!??"
Terdengar bentakan keras dari Pak Bejo.
Guru bertubuh tinggi besar dan dikenal sebagai guru killer di sekolah ini.
========
3. Pak Bejo
Bayu adalah anak tunggal dari seorang pengusaha yang sangat ditakuti di kota ini.
Dari kecil dia hidup diasuh oleh kakek neneknya di luar kota sana.
Kakek Rido adalah guru silat dari sebuah padepokan yang sangat terkenal dan ditakuti di kalangan dunia bela diri di negeri ini.
Didikan rendah hati, tidak sombong benar-benar diajarkan oleh Neneknya.
Maka dari itu, di depan orang yang tidak mengenal status dirinya, Bayu selalu bersikap biasa seperti anak-anak lainnya.
Tidak pernah bersikap sombong mengaku sebagai cucu dari Abah Rahmat, seorang guru sekaligus pendiri dan pemilik dari Padepokan Silat Harimau Raja.
Sejak TK sampai kelas satu SMA, Bayu menjalani pendidikan formal di kota kelahiran Kakek dan Neneknya tersebut.
Bahkan Bayu diajari ilmu silat langsung oleh kakeknya, dari sejak dia kecil sampai sekarang.
Hingga saat kelas 3 SMA, Nenek Bayu meninggal dunia.
Bayu pun sangat terpukul dan sangat bersedih dengan kejadian ini.
Kakek dan kedua orang tua Bayu sangat khawatir dengan kondisi psikis Bayu saat itu, yang telah ditinggalkan oleh Nenek yang selama itu sangat menyayangi dan mendidik karakternya selama ini.
Oleh karena itu, mereka sepakat untuk membawa Bayu pindah ke kota dimana kedua orang tuanya tinggal dan menjadi sepasang raja dan ratu bisnis yang sangat disegani di kota itu.
Kesibukan kedua orang tua Bayu inilah yang membuat Bayu akhirnya diasuh oleh kakek dan neneknya selama ini.
Selama ini, mungkin Bayu kurang mendapatkan kasih sayang secara langsung dari kedua orang tuanya.
Walau urusan segala kebutuhan Bayu benar-benar disuplai oleh kedua orang tuanya, namun kesederhanaan hidup kakek dan neneknya lebih dominan dalam membentuk karakter Bayu selama ini.
Walaupun sempat terjadi perdebatan antara Bayu dengan kedua orang tuanya, akhirnya, dengan segala nasehat dan anjuran dari kakeknya, Bayu pun menuruti kehendak kedua orang tuanya untuk tinggal bersama mereka, dan melanjutkan sekolah di kota tempat tinggal kedua orang tuanya tersebut.
Perubahan suasana lingkungan yang 180 derajat ini tak merubah sifat Bayu selama pindah di rumah barunya ini.
Walaupun di tempat baru ini memiliki pelayan dan pekerja yang me-raja-kan Bayu, tapi Bayu terkesan tak mempedulikannya.
Justru Bayu malah merasa kesepian.
Karena kedua orang tua Bayu selalu sibuk bekerja dan bekerja.
Andai saja Bayu tidak pernah berjanji kepada kakeknya, mungkin Bayu sudah kabur dan kembali ke padepokan milik kakeknya tersebut.
2. Sekolah Elit
Dari kecil dia hidup diasuh oleh kakek neneknya di luar kota sana.
Kakek Rido adalah guru silat dari sebuah padepokan yang sangat terkenal dan ditakuti di kalangan dunia bela diri di negeri ini.
Didikan rendah hati, tidak sombong benar-benar diajarkan oleh Neneknya.
Maka dari itu, di depan orang yang tidak mengenal status dirinya, Bayu selalu bersikap biasa seperti anak-anak lainnya.
Tidak pernah bersikap sombong mengaku sebagai cucu dari Abah Rahmat, seorang guru sekaligus pendiri dan pemilik dari Padepokan Silat Harimau Raja.
Sejak TK sampai kelas satu SMA, Bayu menjalani pendidikan formal di kota kelahiran Kakek dan Neneknya tersebut.
Bahkan Bayu diajari ilmu silat langsung oleh kakeknya, dari sejak dia kecil sampai sekarang.
Hingga saat kelas 3 SMA, Nenek Bayu meninggal dunia.
Bayu pun sangat terpukul dan sangat bersedih dengan kejadian ini.
Kakek dan kedua orang tua Bayu sangat khawatir dengan kondisi psikis Bayu saat itu, yang telah ditinggalkan oleh Nenek yang selama itu sangat menyayangi dan mendidik karakternya selama ini.
Oleh karena itu, mereka sepakat untuk membawa Bayu pindah ke kota dimana kedua orang tuanya tinggal dan menjadi sepasang raja dan ratu bisnis yang sangat disegani di kota itu.
Kesibukan kedua orang tua Bayu inilah yang membuat Bayu akhirnya diasuh oleh kakek dan neneknya selama ini.
Selama ini, mungkin Bayu kurang mendapatkan kasih sayang secara langsung dari kedua orang tuanya.
Walau urusan segala kebutuhan Bayu benar-benar disuplai oleh kedua orang tuanya, namun kesederhanaan hidup kakek dan neneknya lebih dominan dalam membentuk karakter Bayu selama ini.
Walaupun sempat terjadi perdebatan antara Bayu dengan kedua orang tuanya, akhirnya, dengan segala nasehat dan anjuran dari kakeknya, Bayu pun menuruti kehendak kedua orang tuanya untuk tinggal bersama mereka, dan melanjutkan sekolah di kota tempat tinggal kedua orang tuanya tersebut.
Perubahan suasana lingkungan yang 180 derajat ini tak merubah sifat Bayu selama pindah di rumah barunya ini.
Walaupun di tempat baru ini memiliki pelayan dan pekerja yang me-raja-kan Bayu, tapi Bayu terkesan tak mempedulikannya.
Justru Bayu malah merasa kesepian.
Karena kedua orang tua Bayu selalu sibuk bekerja dan bekerja.
Andai saja Bayu tidak pernah berjanji kepada kakeknya, mungkin Bayu sudah kabur dan kembali ke padepokan milik kakeknya tersebut.
2. Sekolah Elit
Sudah 3 bulan Bayu tinggal dan melanjutkan sekolah di sekolah paling elit di kota ini.
Namun sifat dan sikap Bayu yang terkesan masa bodo ini, kadang sering membuat siswa lainnya merasa aneh.
Sikap Bayu yang tidak pernah menunjukkan bahwa dia adalah Putra dari Tuan Bram Rahmat Sigit dan Ibu Maya Sigit, dua pengusaha yang sangat disegani di kota ini, membuat siswa lain menganggap Bayu ini hanyalah anak dari orang biasa yang mendapat beasiswa dari pemerintah kota karena memiliki prestasi dalam pelajaran.
Sehingga dia bisa bersekolah di sekolah elit dan sangat mahal ini.
Bagaimana tidak.
Bayu tidak pernah mau diantarkan oleh supir pribadinya sampai ke sekolah.
Dia selalu turun di jalan dan melanjutkan naik kendaraan umum sampai di depan sekolahnya.
Hal inilah yang membuat siswa lain di sekolah itu selalu menganggapnya remeh.
Apalagi para siswi yang sok cantik dan sok bergengsi di sekolah ini.
Mereka sering memandangnya sebelah mata, walau dalam hati mereka mengakui kegantengan Bayu.
Namun gengsi membuat mereka hanya memandang Bayu tapi malas untuk mengenal dan bergaul dengannya.
Selain itu, ada siswa bernama Raymond, Axel, Aloy dan kelompoknya yang selalu memandang sinis kepada Bayu.
Tapi semua itu tak pernah digubris oleh Bayu.
Hingga di suatu waktu, saat jam istirahat.
Bayu yang sedang berjalan menuju kantin sekolah tiba-tiba berpapasan dengan Raymond dan geng nya.
"Awas, anak hoki lewat...!!"
Teriak Raymond, menyindir Bayu.
"Hoki ?? Maksud loe !?"
Tanya Axel.
"Iyaa.. hoki dapat beasiswa sampai bisa sekolah di sini !!
Hahahaha..."
Ejek Raymond.
Bayu yang mendengar itu hanya melirik, kemudian memandang wajah Raymond dari kepala sampai sepatunya.
"ckckckck.."
Decak Bayu sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Apa liat-liat !!??"
Bentak Raymond setelah Bayu memandangi dirinya dengan tatapan aneh dan decak yang seolah merendahkannya.
Kemudian Bayu pun menutup mulutnya dengan jari-jari tangannya yang tidak rapat, kemudian ngomong.
"Manusia tulang lunak..."
Sambil menatap geli.
"Apa loe ??!!!!"
Bentak Reymond emosi sambil mengampiri Bayu.
Tangan kiri Raymond terangkat hendak menyentuh dan menarik baju Bayu, dengan tangan kanan yang terkepal hendak menonjok ke arah perut Bayu.
Dan saat tangan Raymond berhasil menarik baju Bayu, tangan kanan nya pun langsung menonjok dengan keras ke perut Bayu.
"BEUGH...!!"
Terdengar suara dari tinju Raymond di perut Bayu.
Tapi, Bayu yang ditinju perutnya tersebut tidak menampakan ekspresi wajah kesakitan.
Bayu malah berbisik.
"Dasar laki-laki tulang lunak.."
Bisik Bayu, dan kemudian secepat kilat tangan kanan Bayu berhasil memegang pergelangan tangan kiri Raymon yang sedang menarik bajunya.
Sambil memegang tangan kiri Raymond dengan tangan kanannya, tangan kiri Bayu bergerak lincah dan telapak tangannya kini sudah menempel ke dada Raymond.
Dan tangan kiri Bayu langsung mendorong lembut tapi kuat sehingga tubuh Raymond terdorong dengan posisi tangan kirinya masih dicengkram erat oleh tangan kanan Bayu.
Dan,
"GDEBUK !!"
Raymond pun terjatuh dengan sangat cepat.
Para siswa lain yang menyaksikan kejadian itu sampai terbengong tak menyangka.
Raymond yang dikenal freeman dan bertubuh atletis ini dengan mudah dijatuhkan oleh Bayu.
"Percuma punya otak dan tubuh kekar tapi bertulang lunak seperti ini".
Ucap Bayu sambil memandang Raymond dengan ekspresi kaget dan kesakitannya, yang saat ini sedang meringis menahan rasa sakit dan rasa malu.
Axell dan Aloy yang sedari tadi hanya berdiri pun merasa kaget melihat sahabat mereka ini bisa dengan mudah dan cepat dibuat terjatuh oleh Bayu.
Sedetik kemudian,
"Keparat !!"
Teriak Axell dan Aloy sambil melangkah untuk mengeroyok Bayu.
Tapi tiba-tiba,
"Apa yang kalian lakukan ...!!??"
Terdengar bentakan keras dari Pak Bejo.
Guru bertubuh tinggi besar dan dikenal sebagai guru killer di sekolah ini.
========
3. Pak Bejo
Dua jam kemudian.
Tampak Raymond keluar dari ruangan Pak Bejo dengan wajah lesu dan pipi merah, bekas tamparan keras dari Pak Bejo.
"Ingat !!
Sekali lagi kamu melakukan bulying dan freemanisme di sekolah ini, saya tidak akan segan-segan mengajukan permintaan ke Kepala Sekolah untuk memberikan sanksi yang lebih tegas !!"
Terdengar suara teriakan keras dari Pak Bejo kepada Raymond yang sedang melangkah keluar dari ruangan Pak Bejo.
Para Guru dan staf yang sedang duduk di ruangan guru hanya menatap dingin ke arah Raymond yang terus berjalan, keluar dari ruangan guru dan staf di sekolah ini.
Sedangkan di dalam ruangan terlihat sosok Bayu sedang terduduk lesu di sebuah sofa di ruangan Pak Bejo.
"Klik.."
Terdengar suara pintu ruangan di tutup oleh Pak Bejo.
"Kamu gak apa-apa ??"
Tanya Pak Bejo pelan ke Bayu.
Bayu pun hanya mengangkat kepalanya dan menatap Pak Bejo yang ada di depannya.
Ada perasaan aneh dalam hati Bayu.
Tadi, saat masih ada Raymond di ruangan ini, suara Pak Bejo begitu keras membentak-bentak.
Dan dua kali tangan Pak Bejo menampar pipi Raymond.
Tapi, Pak Bejo tak sekalipun menampar Bayu.
Dan kini, tiba-tiba Pak Bejo bicara lembut dan seolah mengkhawatirkan kondisi Bayu saat ini.
"Gak apa-apa, Pak..."
Jawab Bayu perlahan, masih merasa kebingungan.
"Kalau perut kamu masih terasa sakit, nanti Bapak suruh dokter dari klinik untuk kemari, untuk periksa kamu"
Kata Pak Bejo penuh kekhawatiran.
"Gak usah, Pak..
Saya gak apa-apa kok..."
Jawab Bayu.
"Yakin ??"
Tanya Pak Bejo ingin meyakinkan.
"Iya, Pak.."
Jawab Bayu sambil sedikit tersenyum.
"Ya..ya..ya...
Sepertinya kakek kamu sudah benar-benar mewariskan kemampuannya sama kamu..."
Kata Pak Bejo.
"Maksud Bapak ??
Bapak kenal sama Kakek ??"
Tanya Bayu kebingungan.
"Ya kenal lah.
Dulu Bapak juga pernah jadi murid kakek kamu.
Dan terakhir kali Bapak lihat kamu di sana, kamu masih anak-anak.
Sering lihatin kita latihan sambil diasuh sama Nenek kamu..."
Terang Pak Bejo.
"Oya ??
Berarti Bapak tahu aku ini sebenarnya anak siapa ??"
Tanya Bayu.
"Ya tahu dooooonnggg....!!
Makanya Bapak khawatir kamu kenapa-kenapa.
Kalau sampai sesuatu terjadi sama kamu, jangankan Bapak, pemilik sekolah inipun bisa-bisa kena imbasnya .."
Jawab Pak Bejo.
Bayu hanya terdiam dan tersenyum tipis.
Muncul jawaban di benak Bayu.
Tentang keanehan sikap guru dan staf di sekolah ini sejak Bayu mulai masuk.
Yang selalu terlihat baik.
Dan apabila Bayu ada keperluan di ruang staf sekolah.
Mereka selalu bergegas membantu Bayu untuk menyelesaikannya.
Padahal sejak masuk di sekolah ini, Bayu tidak pernah memberitahu siapapun siapa dia sebenarnya.
Bahkan untuk menutupi identitas keluarganya, saat diantar supir keluarga untuk pergi ke sekolah, di tengah perjalanan Bayu selalu turun.
Dan melanjutkan perjalanannya menggunakan kendaraan umum.
Ternyata, tanpa diketahui oleh Bayu, kedua orang tuanya sudah menitipkan Bayu langsung ke pemilik sekolah ini.
Dan pemilik sekolah ini langsung memberitahu kepala sekolah dan para guru tentang status Bayu sebenarnya.
Namun saat bulan pertama, seorang guru BP melihat gelagat Bayu yang terkesan ingin menutupi identitasnya, maka guru BP ini melaporkan hasil pengamatannya ke kepala sekolah.
Dan kepala sekolah pun memerintahkan para guru dan staf untuk mengikuti apa yang diinginkan oleh Bayu, yang tidak ingin statusnya terpublis ke murid-murid yang lain.
Namun, karena rasa khawatir akan keadaan Bayu dan rasa senang saat mengetahui Bayu baik-baik saja, secara tidak langsung, Pak Bejo malah membocorkan semuanya kepada Bayu.
======
Tampak Raymond keluar dari ruangan Pak Bejo dengan wajah lesu dan pipi merah, bekas tamparan keras dari Pak Bejo.
"Ingat !!
Sekali lagi kamu melakukan bulying dan freemanisme di sekolah ini, saya tidak akan segan-segan mengajukan permintaan ke Kepala Sekolah untuk memberikan sanksi yang lebih tegas !!"
Terdengar suara teriakan keras dari Pak Bejo kepada Raymond yang sedang melangkah keluar dari ruangan Pak Bejo.
Para Guru dan staf yang sedang duduk di ruangan guru hanya menatap dingin ke arah Raymond yang terus berjalan, keluar dari ruangan guru dan staf di sekolah ini.
Sedangkan di dalam ruangan terlihat sosok Bayu sedang terduduk lesu di sebuah sofa di ruangan Pak Bejo.
"Klik.."
Terdengar suara pintu ruangan di tutup oleh Pak Bejo.
"Kamu gak apa-apa ??"
Tanya Pak Bejo pelan ke Bayu.
Bayu pun hanya mengangkat kepalanya dan menatap Pak Bejo yang ada di depannya.
Ada perasaan aneh dalam hati Bayu.
Tadi, saat masih ada Raymond di ruangan ini, suara Pak Bejo begitu keras membentak-bentak.
Dan dua kali tangan Pak Bejo menampar pipi Raymond.
Tapi, Pak Bejo tak sekalipun menampar Bayu.
Dan kini, tiba-tiba Pak Bejo bicara lembut dan seolah mengkhawatirkan kondisi Bayu saat ini.
"Gak apa-apa, Pak..."
Jawab Bayu perlahan, masih merasa kebingungan.
"Kalau perut kamu masih terasa sakit, nanti Bapak suruh dokter dari klinik untuk kemari, untuk periksa kamu"
Kata Pak Bejo penuh kekhawatiran.
"Gak usah, Pak..
Saya gak apa-apa kok..."
Jawab Bayu.
"Yakin ??"
Tanya Pak Bejo ingin meyakinkan.
"Iya, Pak.."
Jawab Bayu sambil sedikit tersenyum.
"Ya..ya..ya...
Sepertinya kakek kamu sudah benar-benar mewariskan kemampuannya sama kamu..."
Kata Pak Bejo.
"Maksud Bapak ??
Bapak kenal sama Kakek ??"
Tanya Bayu kebingungan.
"Ya kenal lah.
Dulu Bapak juga pernah jadi murid kakek kamu.
Dan terakhir kali Bapak lihat kamu di sana, kamu masih anak-anak.
Sering lihatin kita latihan sambil diasuh sama Nenek kamu..."
Terang Pak Bejo.
"Oya ??
Berarti Bapak tahu aku ini sebenarnya anak siapa ??"
Tanya Bayu.
"Ya tahu dooooonnggg....!!
Makanya Bapak khawatir kamu kenapa-kenapa.
Kalau sampai sesuatu terjadi sama kamu, jangankan Bapak, pemilik sekolah inipun bisa-bisa kena imbasnya .."
Jawab Pak Bejo.
Bayu hanya terdiam dan tersenyum tipis.
Muncul jawaban di benak Bayu.
Tentang keanehan sikap guru dan staf di sekolah ini sejak Bayu mulai masuk.
Yang selalu terlihat baik.
Dan apabila Bayu ada keperluan di ruang staf sekolah.
Mereka selalu bergegas membantu Bayu untuk menyelesaikannya.
Padahal sejak masuk di sekolah ini, Bayu tidak pernah memberitahu siapapun siapa dia sebenarnya.
Bahkan untuk menutupi identitas keluarganya, saat diantar supir keluarga untuk pergi ke sekolah, di tengah perjalanan Bayu selalu turun.
Dan melanjutkan perjalanannya menggunakan kendaraan umum.
Ternyata, tanpa diketahui oleh Bayu, kedua orang tuanya sudah menitipkan Bayu langsung ke pemilik sekolah ini.
Dan pemilik sekolah ini langsung memberitahu kepala sekolah dan para guru tentang status Bayu sebenarnya.
Namun saat bulan pertama, seorang guru BP melihat gelagat Bayu yang terkesan ingin menutupi identitasnya, maka guru BP ini melaporkan hasil pengamatannya ke kepala sekolah.
Dan kepala sekolah pun memerintahkan para guru dan staf untuk mengikuti apa yang diinginkan oleh Bayu, yang tidak ingin statusnya terpublis ke murid-murid yang lain.
Namun, karena rasa khawatir akan keadaan Bayu dan rasa senang saat mengetahui Bayu baik-baik saja, secara tidak langsung, Pak Bejo malah membocorkan semuanya kepada Bayu.
======
4. Naga Kota
Seharian itu, Raymond merasa sangat kesal.
Karena saat melihat Bayu di sekolah tak sedikitpun ada tanda merah bekas tamparan tangan Pak Bejo di pipi Bayu.
Raymond yakin ada yang tidak beres.
Dan Raymond pun menelpon orang tuanya tentang kejadian yang dialaminya di sekolah.
Mendengar ini, orang tua Raymond pun langsung marah.
Dan berjanji akan meminta pertanggung jawaban langsung ke pihak pemilik sekolah.
Di sepanjang jalan pulang.
Sambil mengendarai mobilnya.
Raymond, Axell dan Alloy terlihat sangat bahagia.
Dalam benak Raymond terbayang esok pagi Pak Bejo dan kepala sekolah akan memanggilnya ke kantor.
Tapi kali ini bukan untuk memarahi atau menghukumnya.
Tapi untuk meminta maaf.
Dalam pikiran Raymond, pasti pengaruh orang tuanya akan bisa menundukkan para guru dan kepala sekolah.
Terutama Pak Bejo yang dikenal killer tersebut.
Dengan begitu, dia akan bisa membalaskan dendamnya kepada Bayu dengan mudah.
Raymond ini adalah putra dari seorang pengusaha hotel dan property terkenal di kota ini.
Dan dia memiliki seorang kakak laki-laki yang sangat disegani, karena sepak terjangnya selama ini.
Rendy, kakak laki-laki Raymond adalah seorang ketua dari sebuah kelompok freeman 'Naga Kota' yang dikenal sangat kasar dan brutal dalam menyelesaikan masalahnya.
Dan dalam benak Raymond pun telah muncul ide untuk meminta bantuan kakaknya ini untuk membalaskan dendamnya kepada Bayu di luar wilayah sekolah.
"Siap-siap aja kau masuk rumah sakit.
Hihihihi...."
Ucap Rido pelan.
"Siapa yang masuk rumah sakit ??"
Tanya Axell yang sedang duduk di sebelah kiri Raymond.
"Siapa lagi kalau bukan si brengsek Bayu !!
Nanti malam aku akan minta bantuan Kak Rendy untuk membalaskan kejadian hari ini !!"
Jawab Raymond penuh emosi.
"Oohh...
Tapi, brooo...
Kamu sadar gak ?
Saat kamu tonjok perut si Bayu.
Dia sepertinya tidak merasakan sakit apapun.
Malah nyengir sambil sebut kamu manusia tulang lunak..."
Celetuk Axell.
"Brengseeekkk...!!
Sekali lagi kamu bilang tulang lunak, aku lempar kamu keluar !!"
Bentak Raymond, sangat marah.
"Soooo..soooory, bro..."
Jawab Axell kaget dan ketakutan.
Raymond yang memiliki tubuh atletis yang sering jadi kebanggaannya sendiri, merasa sangat terhina saat Bayu menyebutnya sebagai manusia tulang lunak.
Apalagi saat membayangkan wajah Bayu yang seolah tidak merasakan rasa sakit untuk tinju keras yang diberikan oleh Raymond di perutnya, malah terlihat jelas di depan wajah Raymond ekspresi wajah Bayu yang meledeknya dan dengan sangat cepat berhasil menjatuhkannya dengan sangat mudah.
"Brengsek !!"
Bentak Raymond penuh amarah, sangat mengingat kejadian tersebut.
Sontak saja Axell dan Aloy yang ada dalam mobil bersama Raymond langsung terkaget dan terdiam.
Karena saat melihat Bayu di sekolah tak sedikitpun ada tanda merah bekas tamparan tangan Pak Bejo di pipi Bayu.
Raymond yakin ada yang tidak beres.
Dan Raymond pun menelpon orang tuanya tentang kejadian yang dialaminya di sekolah.
Mendengar ini, orang tua Raymond pun langsung marah.
Dan berjanji akan meminta pertanggung jawaban langsung ke pihak pemilik sekolah.
Di sepanjang jalan pulang.
Sambil mengendarai mobilnya.
Raymond, Axell dan Alloy terlihat sangat bahagia.
Dalam benak Raymond terbayang esok pagi Pak Bejo dan kepala sekolah akan memanggilnya ke kantor.
Tapi kali ini bukan untuk memarahi atau menghukumnya.
Tapi untuk meminta maaf.
Dalam pikiran Raymond, pasti pengaruh orang tuanya akan bisa menundukkan para guru dan kepala sekolah.
Terutama Pak Bejo yang dikenal killer tersebut.
Dengan begitu, dia akan bisa membalaskan dendamnya kepada Bayu dengan mudah.
Raymond ini adalah putra dari seorang pengusaha hotel dan property terkenal di kota ini.
Dan dia memiliki seorang kakak laki-laki yang sangat disegani, karena sepak terjangnya selama ini.
Rendy, kakak laki-laki Raymond adalah seorang ketua dari sebuah kelompok freeman 'Naga Kota' yang dikenal sangat kasar dan brutal dalam menyelesaikan masalahnya.
Dan dalam benak Raymond pun telah muncul ide untuk meminta bantuan kakaknya ini untuk membalaskan dendamnya kepada Bayu di luar wilayah sekolah.
"Siap-siap aja kau masuk rumah sakit.
Hihihihi...."
Ucap Rido pelan.
"Siapa yang masuk rumah sakit ??"
Tanya Axell yang sedang duduk di sebelah kiri Raymond.
"Siapa lagi kalau bukan si brengsek Bayu !!
Nanti malam aku akan minta bantuan Kak Rendy untuk membalaskan kejadian hari ini !!"
Jawab Raymond penuh emosi.
"Oohh...
Tapi, brooo...
Kamu sadar gak ?
Saat kamu tonjok perut si Bayu.
Dia sepertinya tidak merasakan sakit apapun.
Malah nyengir sambil sebut kamu manusia tulang lunak..."
Celetuk Axell.
"Brengseeekkk...!!
Sekali lagi kamu bilang tulang lunak, aku lempar kamu keluar !!"
Bentak Raymond, sangat marah.
"Soooo..soooory, bro..."
Jawab Axell kaget dan ketakutan.
Raymond yang memiliki tubuh atletis yang sering jadi kebanggaannya sendiri, merasa sangat terhina saat Bayu menyebutnya sebagai manusia tulang lunak.
Apalagi saat membayangkan wajah Bayu yang seolah tidak merasakan rasa sakit untuk tinju keras yang diberikan oleh Raymond di perutnya, malah terlihat jelas di depan wajah Raymond ekspresi wajah Bayu yang meledeknya dan dengan sangat cepat berhasil menjatuhkannya dengan sangat mudah.
"Brengsek !!"
Bentak Raymond penuh amarah, sangat mengingat kejadian tersebut.
Sontak saja Axell dan Aloy yang ada dalam mobil bersama Raymond langsung terkaget dan terdiam.
5. Sang Putra Tunggal
Sementara itu, di kediaman Tuan Bram Rahmat Sigit.
Terlihat beberapa sosok pria berbadan tegap sedang duduk berhadapan dengan Tuan Bram Rahmat Sigit.
"Saya ingin kalian terus mengawasi perkembangan dari kejadian hari ini."
Ucap Tuan Bram dengan ekspresi wajah dinginnya.
"Siap, Bos !!"
Jawab serentak orang-orang berbadan tegap yang ada di hadapannya.
"Kalau sampai keluarga bocah berengsek itu ikut campur, kalian tahu apa yang harus kalian lakukan.
Dan kalau sampai terjadi sesuatu dengan anak saya, kalian tahu konsekuensinya".
Ucap Tuan Bram sambil memandang tajam ke arah orang-orang yang ada di hadapannya.
"Siap.."
Jawab mereka serempak.
==============
"Tuan, Den Bayu sudah pulang..."
Terdengar suara seorang pelayan wanita yang baru saja datang untuk memberitahukan kedatangan Bayu kepada majikannya tersebut.
"Hmmm.."
Gumam Tuan Bayu sambil melambaikan tangannya, meminta pelayan itu untuk pergi.
========
Sementara di ruangan depan.
"Sayang... kamu sudah pulang..."
Terdengar suara bahagia dari Nyonya Maya Sigit, ibunya Bayu, saat melihat Bayu masuk ke dalam rumah.
Dia langsung menghampiri Bayu sambil tersenyum dan memeluknya penuh rasa sayang.
Bayu yang melihat dan merasakan kejadian ini terlihat agak kebingungan.
Sambil membalas pelukan dari ibunya ini,
"Mah... tumben Mamah ada di rumah ??"
Bisik Bayu ,dalam pelukan.
"Kebetulan sedang gak ada kerjaan di kantor.."
Jawab Mamah Bayu sambil tersenyum.
Bayu pun membalas senyuman dari Mamahnya tersebut.
"Bayu mau ke kamar, mau ganti baju dulu ya, Mah..."
Ucap Bayu.
"Iya, sayang...."
Balas Nyonya Maya sambil tak lupa mencium pipi kanan Bayu dengan lembut dan penuh rasa sayang.
Ada perasaan aneh di benak Bayu.
Karena Mamahnya yang jarang ada di rumah, kini mendadak ada di rumah dan menyambutnya dengan sikap seperti itu.
Sedangkan tanpa disadari oleh Bayu, ada perasaan khawatir dalam hati dan pikiran Nyonya Maya Sigit ini.
Saat dia mendapatkan informasi dari Kepala sekolah tentang kejadian Bayu yang bermusuhan dengan Raymond, putra dari keluarga Renaldi.
Keluarga Renaldi ini terkenal sangat kasar dan akan melakukan apapun untuk menghadapi dan membalas siapapun yang bersinggungan dengan mereka.
Tuan Renaldi ini memiliki seorang anak laki-laki bernama Rendi, yang dianggap sebagai kepala freeman paling di segani di kota ini.
Dan hari ini, putranya, Bayu, tidak hanya bersinggungan dengan keluarga Renaldi, tapi sudah memukul dan menyakiti Raymond, putra bungsu dan kesayangan dari keluarga Renaldi.
Nyonya Maya dan suaminya Tuan Bram, sangat khawatir dengan Bayu.
Mereka khawatir bila saat pulang dari sekolah Bayu akan mendapatkan intimidasi dari keluarga Renaldi.
Maka dari itu mereka segera pulang dan memerintahkan orang-orang kepercayaannya untuk mengawasi perjalanan Bayu dari sekolahnya.
Walaupun sebenarnya bagi Tuan Bram keluarga Renaldi ini bukan apa-apa.
Bahkan hanya seekor semut.
Tapi dia khawatir mereka akan bermain kasar lewat jalur belakang.
Apalagi saat ini keluarga Renaldi tidak tahu bahwa Bayu adalah anak mereka.
Di sisi lain, mereka menghargai keinginan Bayu yang tidak ingin statusnya diketahui oleh orang lain bahwa dia sebenarnya adalah Bayu Rahmat Sigit.
Putra tunggal dari keluarga Rahmat Sigit yang sangat disegani.
Karena sejak bayi, atas permintaan neneknya, Bayu diminta untuk diasuh dan dididiknya.
Agar saat sudah besar nanti Bayu akan memiliki karakter yang baik sebagai seorang pemimpin.
Kesibukkan kedua orang tuanya dikhawatirkan akan berdampak pada karakter Bayu bila tetap ada di rumah kedua orang tuanya, dalam pengasuhan orang lain.
Sedangkan bila Bayu dirawat oleh neneknya, tidak hanya asuhan dan pembentukan karakter yang akan didapatkan oleh Bayu.
Tapi juga modal kemampuan bela diri yang akan diajarkan oleh kakeknya, yang dikenal sebagai pendiri padepokan Harimau Raja yang sangat disegani.
Terlihat beberapa sosok pria berbadan tegap sedang duduk berhadapan dengan Tuan Bram Rahmat Sigit.
"Saya ingin kalian terus mengawasi perkembangan dari kejadian hari ini."
Ucap Tuan Bram dengan ekspresi wajah dinginnya.
"Siap, Bos !!"
Jawab serentak orang-orang berbadan tegap yang ada di hadapannya.
"Kalau sampai keluarga bocah berengsek itu ikut campur, kalian tahu apa yang harus kalian lakukan.
Dan kalau sampai terjadi sesuatu dengan anak saya, kalian tahu konsekuensinya".
Ucap Tuan Bram sambil memandang tajam ke arah orang-orang yang ada di hadapannya.
"Siap.."
Jawab mereka serempak.
==============
"Tuan, Den Bayu sudah pulang..."
Terdengar suara seorang pelayan wanita yang baru saja datang untuk memberitahukan kedatangan Bayu kepada majikannya tersebut.
"Hmmm.."
Gumam Tuan Bayu sambil melambaikan tangannya, meminta pelayan itu untuk pergi.
========
Sementara di ruangan depan.
"Sayang... kamu sudah pulang..."
Terdengar suara bahagia dari Nyonya Maya Sigit, ibunya Bayu, saat melihat Bayu masuk ke dalam rumah.
Dia langsung menghampiri Bayu sambil tersenyum dan memeluknya penuh rasa sayang.
Bayu yang melihat dan merasakan kejadian ini terlihat agak kebingungan.
Sambil membalas pelukan dari ibunya ini,
"Mah... tumben Mamah ada di rumah ??"
Bisik Bayu ,dalam pelukan.
"Kebetulan sedang gak ada kerjaan di kantor.."
Jawab Mamah Bayu sambil tersenyum.
Bayu pun membalas senyuman dari Mamahnya tersebut.
"Bayu mau ke kamar, mau ganti baju dulu ya, Mah..."
Ucap Bayu.
"Iya, sayang...."
Balas Nyonya Maya sambil tak lupa mencium pipi kanan Bayu dengan lembut dan penuh rasa sayang.
Ada perasaan aneh di benak Bayu.
Karena Mamahnya yang jarang ada di rumah, kini mendadak ada di rumah dan menyambutnya dengan sikap seperti itu.
Sedangkan tanpa disadari oleh Bayu, ada perasaan khawatir dalam hati dan pikiran Nyonya Maya Sigit ini.
Saat dia mendapatkan informasi dari Kepala sekolah tentang kejadian Bayu yang bermusuhan dengan Raymond, putra dari keluarga Renaldi.
Keluarga Renaldi ini terkenal sangat kasar dan akan melakukan apapun untuk menghadapi dan membalas siapapun yang bersinggungan dengan mereka.
Tuan Renaldi ini memiliki seorang anak laki-laki bernama Rendi, yang dianggap sebagai kepala freeman paling di segani di kota ini.
Dan hari ini, putranya, Bayu, tidak hanya bersinggungan dengan keluarga Renaldi, tapi sudah memukul dan menyakiti Raymond, putra bungsu dan kesayangan dari keluarga Renaldi.
Nyonya Maya dan suaminya Tuan Bram, sangat khawatir dengan Bayu.
Mereka khawatir bila saat pulang dari sekolah Bayu akan mendapatkan intimidasi dari keluarga Renaldi.
Maka dari itu mereka segera pulang dan memerintahkan orang-orang kepercayaannya untuk mengawasi perjalanan Bayu dari sekolahnya.
Walaupun sebenarnya bagi Tuan Bram keluarga Renaldi ini bukan apa-apa.
Bahkan hanya seekor semut.
Tapi dia khawatir mereka akan bermain kasar lewat jalur belakang.
Apalagi saat ini keluarga Renaldi tidak tahu bahwa Bayu adalah anak mereka.
Di sisi lain, mereka menghargai keinginan Bayu yang tidak ingin statusnya diketahui oleh orang lain bahwa dia sebenarnya adalah Bayu Rahmat Sigit.
Putra tunggal dari keluarga Rahmat Sigit yang sangat disegani.
Karena sejak bayi, atas permintaan neneknya, Bayu diminta untuk diasuh dan dididiknya.
Agar saat sudah besar nanti Bayu akan memiliki karakter yang baik sebagai seorang pemimpin.
Kesibukkan kedua orang tuanya dikhawatirkan akan berdampak pada karakter Bayu bila tetap ada di rumah kedua orang tuanya, dalam pengasuhan orang lain.
Sedangkan bila Bayu dirawat oleh neneknya, tidak hanya asuhan dan pembentukan karakter yang akan didapatkan oleh Bayu.
Tapi juga modal kemampuan bela diri yang akan diajarkan oleh kakeknya, yang dikenal sebagai pendiri padepokan Harimau Raja yang sangat disegani.
6. Saat-saat Bahagia
Hari itu, sejak Bayu pulang dari sekolah, Bayu terus ditemani oleh kedua orang tuanya.
Kedua orang tua Bayu tidak hanya menceritakan pengalaman hidup dalam membangun dunia bisnis mereka, tapi juga menceritakan seluruh alasan kenapa selama ini Bayu diasuh oleh kakek dan neneknya selama ini.
Mereka tidak ingin menutupi semuanya dari Bayu.
Mereka berharap Bayu mengetahui, mengerti dan memakluminya.
Dan Bayu pun mengerti dan memakluminya.
Bahkan saat kedua orang tuanya meminta maaf kepada Bayu, Bayu pun tidak mempermasalahkannya.
Kedua orang tua Bayu terlihat bangga dengan sifat dan sikap Bayu.
Didikan dari kakek dan neneknya benar-benar telah membentuk karakter Bayu.
Bahkan Tuan Bram sampai menuliskan langsung seluruh nomo-nomor handphone orang-orang kepercayaannya di hp Bayu.
Biar Bayu bisa menghubungi mereka kapan pun saat Bayu membutuhkan mereka.
Tidak hanya itu, bahkan nomor-nomor pejabat dan aparat berpengaruh di kota ini pun diberikan kepada Bayu.
Bayu pun membuat kesepakatan dengan kedua orang tuanya.
Bayu akan belajar agar nantinya memiliki kemampuan untuk menjadi penerus bisnis kedua orang tuanya.
Tapi dengan syarat, Bayu akan tetap tampil sesuai keinginannya selama ini.
Biarlah orang lain mengetahui status Bayu sebagai putra dari keluarga Rahmat Sigit karena waktu, bukan karena harus diketahui dengan paksa.
Sedangkan untuk kejadian dengan Raymond Bayu tidak pernah menceritakan kepada kedua orang tuanya.
Dan kedua orang tua Bayu pun pura-pura tidak mengetahuinya di depan Bayu.
Kedua orang tua Bayu tidak hanya menceritakan pengalaman hidup dalam membangun dunia bisnis mereka, tapi juga menceritakan seluruh alasan kenapa selama ini Bayu diasuh oleh kakek dan neneknya selama ini.
Mereka tidak ingin menutupi semuanya dari Bayu.
Mereka berharap Bayu mengetahui, mengerti dan memakluminya.
Dan Bayu pun mengerti dan memakluminya.
Bahkan saat kedua orang tuanya meminta maaf kepada Bayu, Bayu pun tidak mempermasalahkannya.
Kedua orang tua Bayu terlihat bangga dengan sifat dan sikap Bayu.
Didikan dari kakek dan neneknya benar-benar telah membentuk karakter Bayu.
Bahkan Tuan Bram sampai menuliskan langsung seluruh nomo-nomor handphone orang-orang kepercayaannya di hp Bayu.
Biar Bayu bisa menghubungi mereka kapan pun saat Bayu membutuhkan mereka.
Tidak hanya itu, bahkan nomor-nomor pejabat dan aparat berpengaruh di kota ini pun diberikan kepada Bayu.
Bayu pun membuat kesepakatan dengan kedua orang tuanya.
Bayu akan belajar agar nantinya memiliki kemampuan untuk menjadi penerus bisnis kedua orang tuanya.
Tapi dengan syarat, Bayu akan tetap tampil sesuai keinginannya selama ini.
Biarlah orang lain mengetahui status Bayu sebagai putra dari keluarga Rahmat Sigit karena waktu, bukan karena harus diketahui dengan paksa.
Sedangkan untuk kejadian dengan Raymond Bayu tidak pernah menceritakan kepada kedua orang tuanya.
Dan kedua orang tua Bayu pun pura-pura tidak mengetahuinya di depan Bayu.
Komentar
Posting Komentar